Dari Model-Centric ke Data-Centric: Strategi AI 2026
Pada tahun 2026 ini, fokus pengembangan AI mulai bergeser. Bukan lagi soal siapa yang punya model paling canggih, tapi soal siapa yang punya data yang paling siap digunakan.
Dikutip dari artikel “The Top Strategic Priorities Guiding Data and AI Leaders in 2026” (Databricks Blog, 2025), yang merujuk pada insight Databricks, para pemimpin teknologi kini menyadari bahwa AI tidak akan maksimal tanpa data intelligence, kemampuan AI untuk memahami konteks internal perusahaan, mulai dari istilah teknis hingga alur bisnis.
Masalah Utama: Data Silo
Banyak perusahaan masih terjebak dalam data silo, di mana data tersebar di berbagai divisi dan sistem. Untuk mengambil informasi sederhana saja, karyawan harus bergantung pada tim IT.
Dampak dari kondisi ini tidak hanya memperlambat proses kerja, tetapi menurunkan kualitas insight yang dihasilkan. Informasi yang tersebar di berbagai sistem membuat analisis menjadi tidak utuh dan dalam konteks AI, keterbatasan ini menjadi masalah serius. Sistem kehilangan konteks yang diperlukan untuk memahami situasi bisnis secara menyeluruh. Akibatnya, keputusan yang diambil cenderung kurang optimal karena didasarkan pada data yang tidak terintegrasi.
Perubahan Fokus: Data Intelligence & Akses Terbuka
Sebagai respons atas tantangan tersebut, perusahaan mulai beralih ke dua prioritas utama yang saling melengkapi: data intelligence dan democratic data access.
Prioritas pertama, data intelligence, menekankan kemampuan AI untuk tidak sekadar memproses data, tetapi juga memahami konteks di baliknya. Hal ini mencakup kemampuan untuk mengaitkan data lintas sistem, mengenali pola yang relevan dengan proses bisnis, serta menginterpretasikan informasi sesuai kebutuhan nyata organisasi. Tanpa lapisan pemahaman ini, AI cenderung menghasilkan output yang generik dan kurang bernilai dalam pengambilan keputusan.
Sementara itu, democratic data access berfokus pada kemudahan akses data bagi seluruh elemen organisasi. Selama ini keterbatasan akses membuat data hanya dapat dimanfaatkan oleh tim teknis, sehingga memperlambat proses pengambilan keputusan. Dengan membuka akses secara lebih luas, setiap divisi dapat langsung memanfaatkan data tanpa bergantung pada proses teknis yang kompleks, sehingga keputusan dapat diambil dengan lebih cepat dan tepat.
Dengan menggabungkan kedua pendekatan ini, data tidak lagi tersebar dan terbatas pada sebagian pihak, melainkan berkembang menjadi aset bersama yang terintegrasi. Hal ini memungkinkan organisasi bergerak lebih cepat sekaligus mengambil keputusan berdasarkan pemahaman yang lebih utuh.
Kenapa ERP Saja Tidak Cukup?
Sistem seperti ERP (Enterprise Resource Planning) memang berperan penting dalam mengintegrasikan berbagai proses bisnis, namun integrasi tersebut tidak secara otomatis membuat data siap digunakan oleh AI. Dalam banyak kasus, data masih tersebar di berbagai bagian sistem dengan struktur yang berbeda-beda dan belum dilengkapi konteks yang menjelaskan hubungan serta makna bisnis di dalamnya.
Oleh karena itu, dibutuhkan lapisan tambahan yang mampu menghubungkan berbagai sumber data ke dalam satu kerangka yang lebih terpadu. Data juga perlu diperkaya dengan konteks, seperti relasi antar informasi dan makna bisnis di baliknya, agar AI tidak hanya membaca data apa adanya, tetapi mampu memahami relevansinya secara lebih mendalam.
Selain itu, akses terhadap data perlu diperluas agar tidak terbatas pada tim tertentu saja. Ketika data dapat diakses secara lebih terstruktur, AI memiliki peluang lebih besar untuk menghasilkan analisis yang akurat dan relevan. Dengan demikian, lapisan tambahan ini menjadi kunci agar data yang dimiliki perusahaan tidak hanya tersimpan, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan. Dimanfaatkan untuk menghasilkan insight yang mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat.
Pergeseran dari pendekatan model-centric ke data-centric menunjukkan bahwa masa depan AI tidak lagi ditentukan oleh seberapa kompleks model yang digunakan. Melainkan oleh seberapa matang, terhubung, dan kaya konteks data yang dimiliki organisasi. Perusahaan yang mampu membangun data intelligence sekaligus membuka akses data secara lebih demokratis akan memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan. Karena dapat mengambil keputusan lebih cepat, lebih akurat, dan lebih selaras dengan kebutuhan bisnis yang terus berkembang.
Email: marketing@neuronworks.co.id
🌐 Website: www.neuronworks.co.id
📞 WhatsApp: +62 811-2127-696


Memiliki pertanyaan?