VAM Zero Trust: Ketika Setiap Akses Harus Diverifikasi

VAM Zero Trust: Ketika Setiap Akses Harus Diverifikasi

Ketika membahas keamanan perusahaan, sebagian besar organisasi langsung berfokus pada perlindungan sistem dan data digital. Firewall diperkuat, akses aplikasi dibatasi, dan berbagai teknologi keamanan terus ditingkatkan.

Namun, risiko tidak selalu datang dari dunia cyber. Dalam banyak kasus, ancaman justru dapat muncul melalui akses fisik yang tidak terkelola dengan baik. Vendor, kontraktor, auditor, maupun tamu bisnis keluar masuk fasilitas perusahaan setiap hari. Tanpa proses verifikasi dan pencatatan yang jelas, organisasi akan kesulitan mengetahui siapa yang berada di lokasi, area mana yang diakses, dan siapa yang memberikan izin ketika terjadi insiden atau proses audit.

Apa itu Zero Trust

Konsep Zero Trust dibangun dengan prinsip “Never Trust, Always Verify”. Artinya, tidak ada individu yang langsung dianggap aman hanya karena berhasil melewati pintu masuk atau memiliki izin kunjungan. Setiap akses perlu diverifikasi, dibatasi sesuai kebutuhan, dan dapat ditelusuri kembali.

john-kindervag

Istilah “Never Trust, Always Verify” diperkenalkan oleh John Kindervag, seorang analis keamanan di Forrester Research, sekitar tahun 2009–2010. Konsep ini lahir sebagai kritik terhadap model keamanan tradisional yang menganggap pengguna atau perangkat yang sudah berada di dalam jaringan otomatis dapat dipercaya.

NIST (National Institute of Standards and Technology) menjelaskan bahwa Zero Trust berangkat dari asumsi bahwa sistem dapat saja telah ditembus, sehingga setiap permintaan akses harus diverifikasi terlebih dahulu. Dalam konteks ini muncul prinsip: “Never Trust, Always Verify” atau “Jangan Pernah Langsung Percaya, Selalu Lakukan Verifikasi.

Menariknya, Forrester juga pernah menjelaskan bahwa Zero Trust menggantikan paradigma lama “Trust but Verify” (Percaya lalu Verifikasi) menjadi “Verify but Never Trust” (Verifikasi terlebih dahulu, jangan pernah mengandalkan keputusan tanpa verifikasi).

Menurut SecurityInfoWatch, pendekatan keamanan modern tidak lagi hanya berfokus pada perimeter atau batas fisik bangunan. Organisasi perlu memastikan bahwa setiap akses ke area sensitif dapat dikontrol dan dipantau secara berkelanjutan.

Kaitannya dengan VAM

Bayangkan seorang vendor datang ke perusahaan untuk melakukan pemeliharaan server. Dalam pendekatan konvensional, pengunjung cukup mengisi buku tamu lalu diberikan akses ke area yang dibutuhkan. Namun dalam pendekatan Zero Trust, proses tersebut tidak berhenti pada pencatatan identitas semata. Organisasi perlu memastikan siapa yang datang, siapa yang memberikan persetujuan, area mana yang boleh diakses, serta bagaimana aktivitas kunjungan dapat ditelusuri kembali apabila diperlukan.

Kebutuhan inilah yang mendorong penerapan Visitor Access Management (VAM) sebagai bagian dari strategi Zero Trust pada keamanan fisik. Dengan pengelolaan kunjungan yang lebih terstruktur dan terdokumentasi, perusahaan memperoleh visibilitas yang lebih baik terhadap seluruh aktivitas pengunjung yang berada di lingkungan mereka.

Dari Buku Tamu ke Zero Trust Access

Penerapan Zero Trust dalam pengelolaan pengunjung dapat dilihat dari perbedaan proses sebelum dan sesudah menggunakan VAM.

Sebelum VAM Zero Trust:

  • Pengunjung mengisi buku tamu secara manual.
  • Verifikasi identitas terbatas.
  • Persetujuan kunjungan tidak terdokumentasi dengan baik.
  • Area akses sulit dikontrol.
  • Riwayat kunjungan tersebar di berbagai dokumen.

Setelah VAM Zero Trust:

  • Registrasi dilakukan secara digital.
  • Identitas pengunjung diverifikasi sebelum akses diberikan.
  • Persetujuan kunjungan tercatat dalam sistem.
  • Akses dibatasi sesuai kebutuhan dan area yang dituju.
  • Seluruh aktivitas kunjungan tersimpan dalam audit trail yang dapat ditelusuri kembali.

Dengan pendekatan ini, perusahaan memiliki visibilitas yang lebih baik terhadap siapa yang masuk, kapan kunjungan dilakukan, serta area mana yang diakses.


Pada akhirnya, Zero Trust bukan tentang membatasi setiap kunjungan, melainkan memastikan bahwa akses diberikan kepada orang yang tepat, pada waktu yang tepat, dan untuk tujuan yang tepat. Di tengah meningkatnya kebutuhan keamanan dan kepatuhan, VAM menjadi salah satu langkah nyata untuk menerapkan prinsip tersebut dalam operasional sehari-hari.

Email: marketing@neuronworks.co.id        
🌐 Website: www.neuronworks.co.id        
📞 WhatsApp: +62 811-2127 696      

Berita Rekomendasi

Nura AI: Solusi untuk Meningkatkan Kepuasan Pelanggan 

06/08/2025

Nura AI: Solusi untuk Meningkatkan Kepuasan Pelanggan 

Di era digital yang serba cepat, pelanggan menginginkan layanan yang responsif, akurat, dan tersedia kapan pun dibutuhkan. Menjawab tantangan tersebut, PT Neuronworks Indonesia menghadirkan Nura sebagai chatbot AI yang dirancang…

Lihat
Cara Meningkatkan Kemampuan Softskill di Dunia Kerja

11/11/2024

Cara Meningkatkan Kemampuan Softskill di Dunia Kerja

Meskipun tidak dapat dipelajari menggunakan rumus, catatan, dan lain sebagainya, tetapi soft skill dapat dibangun seiring berjalannya waktu. Namun, tentu saja hal itu tetap membutuhkan usaha dan kemauan yang kuat.…

Lihat
Cara terbaik untuk menguji fungsionalitas sistem

12/11/2024

Cara terbaik untuk menguji fungsionalitas sistem

Pengujian Fungsionalitas Sistem dalam pengembangan perangkat lunak menjadi tulang punggung dalam memastikan keandalan, kinerja, dan kepatuhan sebuah sistem terhadap kebutuhan pengguna. Dalam upaya untuk mencapai tujuan tersebut, ada beberapa metode…

Lihat