Produksi Sudah Jalan, Kenapa Masih Tersendat?
Banyak perusahaan manufaktur telah menginvestasikan dana besar pada mesin produksi, otomasi, dan teknologi Industry 4.0. Namun, di lapangan, keterlambatan produksi, biaya operasional yang membengkak, dan keputusan yang lambat masih menjadi tantangan utama.
Pertanyaannya: apa yang salah?
Jawabannya sederhana namun krusial data dan sistem yang bekerja sendiri-sendiri.
Tren Global 2025: Smart Manufacturing Belum Maksimal karena Integrasi
Survei Deloitte 2025 terhadap lebih dari 600 eksekutif manufaktur global menunjukkan:
- 78% perusahaan mengalokasikan lebih dari 20% anggaran improvement untuk smart manufacturing
(data analytics, cloud, IoT, dan AI) - Namun, integrasi sistem tetap menjadi hambatan utama dalam realisasi manfaat teknologi tersebut
Studi Deloitte lainnya tentang supply chain manufaktur mencatat bahwa gangguan operasional mulai dari keterlambatan pengiriman, kekurangan material, hingga transportasi memberikan dampak negatif hingga 13% terhadap profitabilitas perusahaan dalam 12–18 bulan terakhir.
Artinya, tanpa sistem terintegrasi, investasi teknologi justru berisiko menjadi cost center, bukan value driver.

Source Picture: Deloitte, 2025
Angka-angka ini bukan sekadar statistik. Ini adalah cerminan nyata dari krisis produktivitas yang dialami industri manufaktur global. Sistem yang terputus menciptakan silo data, meningkatkan beban kerja manual, dan menghambat pengambilan keputusan yang cepat dan akurat.
Tantangan Khusus Indonesia: Produksi melambat karna sistem belum mendukung
Fenomena ini mengkhawatirkan karena terjadi ketika GDP per capita Indonesia hanya sekitar US$2.000, jauh lebih rendah dibandingkan Korea Selatan (US$8.000) atau Jepang (US$18.000) ketika mereka mengalami deindustrialisasi. Ini berarti Indonesia kehilangan peluang pertumbuhan manufaktur sebelum waktunya.
Data terbaru menunjukkan tren yang terus berlanjut: kontribusi sektor manufaktur turun menjadi 19,8% pada 2020, 19,25% pada 2021, 18,34% pada 2022, dan 18,25% pada kuartal kedua 2023.
Indonesia, sebagai salah satu kekuatan manufaktur terbesar di Asia Tenggara, menghadapi tantangan serius dalam menjaga kontribusi sektor manufaktur terhadap perekonomian. Data terbaru menunjukkan kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB tercatat 18,67% pada tahun 2023, dan 18,98% pada tahun 2024¹.
Lebih mengkhawatirkan lagi, pada September 2024, Purchasing Managers’ Index (PMI) Indonesia turun ke 49,2 dari 50,3 di bulan sebelumnya, menandakan kontraksi sektor manufaktur setelah beberapa bulan ekspansi². Angka di bawah 50 ini menunjukkan penurunan output, pesanan baru, dan tingkat pekerjaan di sektor manufaktur.

Permasalahan Spesifik di Indonesia
Menurut studi ADB dan Kementerian Keuangan tahun 2020 yang mengonsultasikan 502 perusahaan lokal, kendala finansial dipersepsikan oleh sebagian besar perusahaan sebagai hambatan paling signifikan untuk mengadopsi teknologi (55%), diikuti oleh kurangnya pekerja terampil (40%), ketidakpastian teknis (38%), resistensi terhadap perubahan (37%), dan kesenjangan infrastruktur digital (36%).
Beberapa masalah utama yang muncul akibat sistem terputus adalah:
- Kesulitan Memprediksi Permintaan Pelanggan: Tanpa sistem pelaporan yang canggih dan terintegrasi, banyak perusahaan kesulitan memprediksi barang yang akan mereka jual, mengakibatkan produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan permintaan pasar.
- Kontrol Inventori yang Buruk: Sebagian besar perusahaan di Indonesia belum mampu menjalankan teknologi manajemen pasokan karena biaya tinggi yang harus dikeluarkan.
- Koordinasi Antar Departemen yang Lemah: Data tersebar di berbagai sistem tanpa integrasi, menciptakan silo informasi yang mencegah manufaktur melihat gambaran lengkap operasi mereka.
Anatomi Masalah: Bagaimana Sistem Terputus Menghancurkan Produktivitas
1. Data Tersebar di Banyak Tempat
Bayangkan kondisi yang masih sering terjadi di perusahaan manufaktur:
- Tim produksi memakai satu aplikasi
- Tim purchasing mengandalkan Excel
- Gudang mencatat stok secara manual
- Finance memakai software akuntansi sendiri
Saat sales menerima pesanan besar, informasi tersebut tidak langsung terhubung ke semua tim. Akhirnya, proses berjalan seperti ini:
- Sales kirim email ke tim produksi
- Produksi cek data di spreadsheet lalu balas via WhatsApp
- Purchasing harus ditelepon untuk memastikan bahan baku
- Gudang diminta mengecek stok secara manual
- Finance baru bisa membuat invoice setelah semua data dikonfirmasi
Proses yang seharusnya bisa selesai dalam hitungan menit berubah menjadi berjam-jam, bahkan berhari-hari.
2. Efek Domino: Kesalahan Kecil Menjadi Bencana Besar
Dalam sistem terputus, satu kesalahan input data dapat menciptakan efek berantai yang menghancurkan. Ketika data produksi tidak sinkron dengan data inventori, perusahaan bisa mengalami:
- Kehabisan bahan baku di tengah produksi
- Produksi berlebihan yang menghabiskan gudang
- Keterlambatan pengiriman yang merusak reputasi
- Biaya darurat untuk pengadaan mendadak
Sebuah studi kasus dari industri elektronik menunjukkan bahwa manufaktur sensor pintar menghadapi keterlambatan produksi yang sering karena miskomunikasi antara departemen penjualan, produksi, dan pengadaan. Setelah beralih ke sistem ERP terintegrasi, mereka mencapai peningkatan efisiensi operasional yang signifikan.
3. Banyak Biaya yang Tidak Terasa, Tapi tanpa disadari merugikan
Sistem yang terputus secara langsung berdampak pada laba perusahaan dengan menciptakan celah yang menyebabkan kebocoran pendapatan, yang terwujud dalam berbagai bentuk mulai dari kesalahan faktur hingga hilangnya peluang penjualan.
Biaya tersembunyi ini meliputi:
- Duplikasi Pekerjaan: Tim yang berbeda memverifikasi data yang sama
- Biaya Maintenance Tinggi: Setiap sistem memerlukan dukungan IT khusus
- Overtime Berlebihan: Karyawan harus lembur untuk mengumpulkan dan membersihkan data secara manual
- Hilangnya Peluang: Tanpa visibilitas real-time, perusahaan kehilangan kesempatan untuk upselling dan cross-selling
4. Sistem yang terpisah membuat perusahaan tidak efisien
Pemerintah Indonesia saat ini mendorong transformasi menuju Industry 4.0 dengan fokus pada lima industri inti yaitu makanan dan minuman, otomotif, tekstil dan garmen, elektronik, dan kimia. Namun, studi ADB dan Bappenas menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan di Indonesia belum dapat mengeksploitasi manfaat teknologi yang tersedia di pasar.
Lebih fundamental lagi, tanpa sistem terintegrasi, perusahaan tidak bisa memanfaatkan teknologi seperti:
- AI untuk predictive maintenance
- IoT untuk monitoring real-time
- Big Data Analytics untuk optimasi produksi
- Machine Learning untuk forecasting permintaan
Solusi Era Sistem Terintegrasi dengan Neuron ERP
Menghadapi tantangan kompleksitas sistem yang terputus, manufaktur Indonesia memerlukan solusi yang tidak hanya mengatasi masalah teknis, tetapi juga disesuaikan dengan karakteristik bisnis local.
NEURON ERP adalah sistem informasi terintegrasi yang dirancang khusus untuk kebutuhan perusahaan distribusi, manufaktur, retail, dan jasa di Indonesia.
Keunggulan yang Membedakan
1. Kepemilikan Penuh Source Code
Berbeda dengan ERP global yang sulit dikustomisasi karena source code dan lisensi dimiliki developer di negara asalnya, NEURON ERP memberikan kepemilikan penuh source code dan lisensi. Ini berarti:
- Fleksibilitas penuh untuk customization sesuai kebutuhan bisnis Anda
- Tidak perlu membeli semua modul, cukup yang Anda butuhkan
- Software dikembangkan berdasarkan fungsi dan manfaatnya, bukan paket “all-in-one” yang mahal
- Biaya efektif karena tidak ada ketergantungan pada developer luar negeri
2. Unlimited User & Free Client Access License (CAL)
Tidak ada biaya tambahan untuk menambah user baru. Perusahaan Anda bisa berkembang tanpa khawatir biaya lisensi membengkak.
3. Support Multi Cabang & Remote Assistance
Sempurna untuk perusahaan dengan operasi di berbagai lokasi. Tim support NEURONWORKS siap membantu secara remote, menghemat waktu dan biaya.
4. AI RAG – Chatbot Cerdas
Fitur Retrieval Augmented Generation memungkinkan karyawan Anda mendapatkan jawaban instan tentang sistem, tanpa perlu training berulang atau menunggu support.
5. Smart Communication Terintegrasi
Komunikasi antar departemen menjadi seamless, menghilangkan delay akibat email yang terlewat atau pesan WhatsApp yang tidak terbaca.
Modul Komprehensif untuk End-to-End Operation
NEURON ERP menawarkan solusi komprehensif yang mengintegrasikan seluruh aspek operasi manufaktur yaitu:
Master Data Management
- Company, Branch, Employee
- Item/Site dengan Unit Measure, Product Line, Warehouse, Location
- Address untuk Supplier, Customer, Sales Person
- Taxes dengan Tax Type, Tax Class, Tax Rate
Distribution & Procurement
- Purchase Requisition (PR, BOQ)
- Purchase Order, Purchase Return, Purchase Receipt
- Inventory Management dengan Inventory Request, Transfer, Inventory Issue
Sales & Order Management
- Sales Order, Shipment, Sales Return, Sales Order Gift
- Target & Achievement Tracking
- Incentive & Royalty Management
Manufacturing Excellence
- Product Structure dengan Simulated Picklist dan Where Used Report
- Work Center & Routing
- Work Order dengan Material Request, Component Issue, WO Receipt
Financial Integration
- AR Invoice (Invoice, Payment, Prepayment)
- AP Invoice (Invoice, Payment, Prepayment)
- Tax Invoice
- Cash Management (DR, DV, DZ, Cash In, Cash Out, Overbooking)
- General Ledger dengan Account, Cost Center, Balance of Account
- Financial Statement (GL Report, Trial Balance, Profit Loss)
- Multiple Currency Support
- Cost Management
HR Information System (HRIS)
- Basic Setup dengan Company, Employee’s Information, Work Structure
- Personal Information Management
- Time & Attendance Management dengan Working Schedule, Attendance, Leave Maintenance
- Payroll Calculation dengan Salary Configuration, Loan Management, THR, Payroll Report
e-Approval & Smart Report
- Multi-level approval untuk Purchase Requisition, Purchase Order, Disbursement, Inventory, dan Sales Order
- Smart Report untuk Sales Order, Sales, AR Outstanding, Cash In, Comparison, Target & Achievement, dan Inventory
Fleksibilitas Akses pada Desktop, Web, dan Mobile
NEURON ERP memahami bahwa tim Anda bekerja di berbagai lokasi dan situasi:
- Desktop: Menggunakan LAN untuk akses cepat dan stabil di kantor
- Web: Hanya memerlukan browser untuk akses dari mana saja
- Mobile: Dapat diakses melalui smartphone untuk manajemen on-the-go
Integrasi Data Transaksi Real-Time
Salah satu keunggulan utama NEURON ERP adalah kemampuannya dalam mengintegrasikan data transaksi secara real-time. Ini berarti:
- Tidak Ada Lagi Delay Informasi: Ketika sales menerima order, sistem langsung update stok, produksi, dan finance
- Standardisasi Operasional: Semua departemen bekerja dengan SOP yang sama, mengurangi kesalahan dan miskomunikasi
- Standardisasi Data & Informasi: Single source of truth untuk semua keputusan bisnis
- Efektivitas & Efisiensi: Otomasi proses pengambilan keputusan berdasarkan data akurat
Bayangkan skenario ini dengan NEURON ERP:
- Sales menerima pesanan → sistem otomatis cek stok dan kapasitas produksi
- Jika stok tersedia → sistem generate delivery order dan invoice
- Jika perlu produksi → sistem otomatis buat work order dan material request
- Purchasing otomatis mendapat notifikasi untuk bahan baku yang dibutuhkan
- Finance langsung update cash flow projection
- Management dashboard menampilkan real-time status order

Semua ini terjadi dalam hitungan detik, bukan hari.
Kesimpulan: Investasi yang Mengubah Game
Dalam lanskap manufaktur yang semakin kompetitif, perusahaan tidak bisa lagi mengandalkan sistem terputus yang lambat dan rentan kesalahan. Survei Deloitte 2025 menunjukkan bahwa hampir dua pertiga (65%) responden menempatkan risiko operasional sebagai prioritas pertama atau kedua yang memerlukan upaya mitigasi dalam mengejar inisiatif smart manufacturing, termasuk gangguan bisnis dan kerugian akibat perubahan atau inisiatif yang gagal.
NEURON ERP mengubah paradigma ini bukan dengan solusi global yang mahal dan kaku, tetapi dengan sistem lokal yang fleksibel, terjangkau, dan dirancang khusus untuk DNA bisnis Indonesia.
Dari data yang terjebak di pulau-pulau digital menjadi informasi real-time yang actionable. Proses manual berhari-hari menjadi otomasi dalam hitungan detik. Dari biaya tersembunyi yang menggerogoti profit menjadi efisiensi yang terukur.
Jangan biarkan bisnis kehilangan profit karena sistem yang tidak saling terhubung.
Jadwalkan konsultasi gratis bersama kami untuk mengaudit sistem Anda dan menemukan peluang efisiensi yang bisa langsung diterapkan.
Identifikasi risiko tersembunyi, dan potensi efisiensi berbasis kondisi aktual perusahaan Anda.
Hubungi Tim kami:
📩 Email: marketing@neuronworks.co.id
🌐 Website: neuronworks.co.id
📞 WhatsApp: +62 811-2127-696


Memiliki pertanyaan?